Over 10 years we helping companies reach their financial and branding goals. Onum is a values-driven SEO agency dedicated.

LATEST NEWS
CONTACTS
MARI BELAJAR BERSAMA

Manajemen Laktasi dan ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja

Mengkaji bagaimana manajemen laktasi dapat meningkatkan efikasi diri menyusui dan mendukung keberlanjutan ASI eksklusif pada ibu bekerja melalui keterampilan memerah, penyimpanan ASI, serta dukungan keluarga dan lingkungan kerja.

How It Works
materi i

Manajemen Laktasi pada Ibu Bekerja

arrow
01
Produksi & Pemeliharaan ASI

1. Prinsip supply-demand (semakin sering menyusui/memerah → semakin banyak produksi ASI).
2. Perawatan payudara untuk mencegah bengkak dan menjaga kenyamanan.

arrow
02
process2
Penyimpanan & Pemberian ASI Perah (ASIP)

1. Penyimpanan sesuai standar (suhu ruang 4 jam, kulkas 3–5 hari, freezer 3–6 bulan).
2. Pemberian dengan cup feeder untuk mencegah bingung puting.

03
process3
Strategi bagi Ibu Bekerja

1. Mulai memerah dan menabung ASIP sebelum masuk kerja.
2. Menyediakan waktu memerah ASI di tempat kerja (setiap 2–3 jam).
3. Menggunakan cooler bag/ruang laktasi di kantor.

Materi II

Efikasi Diri Menyusui

Efikasi diri menyusui = keyakinan ibu bahwa dirinya mampu menyusui dan memberikan ASI eksklusif.
Faktor-faktor yang membentuk efikasi diri:

Dimensi Personal 70%
  • Pengetahuan ibu tentang ASI dan laktasi.

  • Keyakinan diri (percaya bahwa ASI cukup).

  • Kemampuan mengatasi masalah (payudara bengkak, ASI sedikit, bayi rewel).

Dimensi Sosial 80%
  • Dukungan suami dan keluarga.

  • Dukungan tenaga kesehatan (bidan, konselor laktasi).

Dimensi Lingkungan 60%
  • Ketersediaan ruang laktasi/tempat memerah di kantor.

  • Kebijakan cuti melahirkan dan jam istirahat menyusui.

Keberlanjutan ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja

Keberlanjutan = konsistensi pemberian ASI eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan.
Aspek yang memengaruhi keberlanjutan:

materi iii

Faktor-Faktor Kontributor terhadap Keberlanjutan ASI Eksklusif

arrow
01
Faktor Individu Ibu

1. Pengetahuan tentang ASI eksklusif.
2. Efikasi diri menyusui.
3. Kesehatan fisik & kondisi psikologis.

arrow
02
process2
Faktor Keluarga & Sosial

1. Dukungan emosional suami/keluarga.
2. Peran caregiver/pengasuh bayi di rumah.
3. Kelompok pendukung menyusui.

03
process3
Faktor Tempat Kerja

1. Adanya ruang laktasi.
2. Fleksibilitas jam kerja untuk memerah ASI.
3. Dukungan dari atasan/teman kerja.

04
process3
Faktor Pelayanan Kesehatan

1. Konseling laktasi pasca persalinan.
2. Edukasi ASI eksklusif dari tenaga kesehatan.
Akses ke fasilitas kesehatan ramah menyusui.

Keberlanjutan ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja

Keberlanjutan = konsistensi pemberian ASI eksklusif sejak lahir hingga 6 bulan.
Aspek yang memengaruhi keberlanjutan:

Komitmen Ibu

1. Niat dan motivasi kuat untuk memberikan ASI eksklusif.
2. Konsistensi memerah ASI di kantor.

Faktor Psikologis

1. Efikasi diri tinggi → berhubungan langsung dengan keberlanjutan.
2. Manajemen stres & kelelahan.

Faktor Lingkungan & Sosial

1. Dukungan keluarga, suami, teman kerja.
2. Kebijakan workplace (ruang laktasi, jam perah ASI).
3. Budaya atau stigma menyusui di lingkungan kerja.